This Girl's Ass Shake will Make Your Jaws Drop ; Hottest Fitness Instructor - Eva Andressa ; U-S-A ... U-S-A ... U-S-oooooh ; Awas Uang Koin Palsu, Cocok-kan dulu koin-mu Dengan Gambar ini ; GIF - Dancer Embarassed Of Her Pussy
::| Keyword:       [Advance Search]
 
  Religion » Islam  

RSS
.

Tentang Pluralisme dan Omong Kosong Itu!

Thursday, 01.07.2010, 01:46pm (GMT-5)


Your Ad Here
Pluralisme

Pluralisme berasal dari bahasa inggris, pluralism. Definisi pluralism adalah : "In the social sciences, pluralism is a framework of interaction in which groups show sufficient respect and tolerance of each other, that they fruitfully coexist and interact without conflict or assimilation." Atau dalam bahasa Indonesia : "Suatu kerangka interaksi yg mana setiap kelompok menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain, berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi (pembauran / pembiasan)." (Wikipedia)

"Interaksi antar kelompok dengan rasa hormat dan toleran itu kuncinya!

Interaksi antar kelompok dengan rasa hormat dan toleran itu kuncinya! Dengan begitu timbul saling rasa saling menghargai dan hidup berdampingan. Antar kelompok; juga mengandung arti kemajemukan. Kemajemukan dalam golongan, sosial, agama, ras, dan sebagainya. Jadi sikap rasa hormat dan toleran itu bisa diartikan sebagai berikut: yang kaya menghargai si miskin, partai A menghargai partai B, agama A menghargai agama B dan sebagainya; dan sebagainya. Dan sungguh disayangkan, kita hanya sibuk mengurusi masalah pluralisme dalam hal Agama! Dan lebih disayangkan lagi, kita bahkan lebih sibuk mengurusi dan berdebat tentang agama dan ulama-ulama kita sendiri. Sayang sekali ...

Dalam konteks saling menghargai itu, pluralisme diharapkan mampu saling menghargai perbedaan setiap golongan. Nilai-nilai yang ada atau sudah ada dalam suatu kelompok atau golongan, bukanlah dirubah atau disesuaikan agar semua sama; tetapi menghargai keragaman itu agar tercipta toleransi.
"Pluralisme bukanlah upaya membangun pemahaman yang sama terhadap perbedaan kelompok, dan bukan pula membangun identitas yang sama terhadap "keunikan" suatu kelompok.


Pluralisme itu sudah ada sebelum para Pluralis "berteriak" ... so, mau apa lagi?

Indonesia sejak dulu aman sejahtera. Tak ada kekerasan antar kelompok, apalagi agama. Lihat saja bagaimana Indonesia dulu terkenal sebagai negara yang penduduknya ramah, terkenal sebagai "tuan rumah" yang menghargai "tamunya" (bahkan tanpa prasangka akan menjadi penjajah). Dengan gugusan pulau-pulau, dengan berbagai suku dan bahasa, itulah pluralisme!

Dan pluralime di Indonesia sudah ada sebelum negara kapitalis "mengotak-atik" dengan membawa bendera liberalisme, modernisasi, humanisme dan demokrasi. Sehingga dimulailah era "persaingan" antar kelompok, antar individu. Bendera "kapitalisasi" dikibarkan, SIAPA YANG KUAT, DIALAH YANG MENANG! maka berusahalah jadi pemenang! agar tidak menjadi "pecundang". Sebab, seorang kaya bisa menjadikan orang miskin sebagai budak. Orang kuat, bisa berkuasa atas yang lemah. Orang "tampan" bisa mengejek si "jelek". Dan mereka tetap berteriak atas nama PLURALISME!

"Dan pluralime di Indonesia sudah ada sebelum negara kapitalis "mengotak-atik" dengan membawa bendera liberalisme, modernisasi, humanisme dan demokrasi.

Pembelokan arti pluralisme sebagai bentuk "non pluralisme"

Terlalu aneh rasanya kaum pluralisme bicara tentang pluralisme hanya berkutik masalah pluralisme agama. Dan ujung-ujungnya apa lagi (dan ini lebih aneh lagi) adalah gugatan terhadap agama yang hak, gugatan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dan pembalikan pemahaman tentang pluralisme. Ayat demi ayat, fasih mereka lantunkan untuk menguatkan pandangan mereka. Dan pembutaan terhadap ketegasan larangan untuk mencampurkan yang hak dan batil diabaikan. Dengan kedok sebagai muslim, mereka mengusung panji-panji kafir, memuji ke liberalisme-an Barat, atau membela ke -sadisan Yahudi!

Persamaan semua agama, semua agama diakui kebenarannya, adalah dokrin yang mereka bawa. Sehingga dengan dokrin itu, siapapun boleh berbaur dalam ibadah agama lain. Dan setiap orang harus menghormati dengan mengucapkan selamat (baca: salam). Tidak kurang, setiap orang boleh membuat agama baru yang diyakininya karena semua agama tujuannya sama.

Lantas mereka menjadikan diri garda terdepan mendorong umat untuk mengucapkan salam kepada kaum kafir. Mereka juga menjadi tameng hidup terhadap kelompok yang menodai agama Islam. Mereka juga mendukung peringatan-peringatan hari raya besar umat lain. Mereka racuni umat ini dengan paham-paham yang "ngaco" demi kepentingan entah siapa; yang pasti bukan kepentingan Islam.

"Mereka meniscayakan ke "khasan" (baca: kebenaran) Islam, untuk kemudian mencampur adukannya sehingga menjadi tidak "khas" (baca:bathil)


Pencucian otak ala kaum pluralis adalah bentuk non pluralisme agar umat mencampur-baurkan ajaran agama mereka. Mereka meniscayakan ke "khasan" (baca: kebenaran) Islam, untuk kemudian mengakui mencampur adukannya sehingga menjadi tidak "khas" (baca:bathil), hal yang sesungguhnya tidak pernah terjadi pada kaum pluralis di Kristen, Budha maupun Hindu sekalipun! Maka sangat wajarlah jika mereka diragukan lahir sebagai benih-benih Muslim yang baik. Begitu juga sangat wajar pula jika mereka diragukan lahir sebagai benih-benih pluralis "murni".

Tentang omong kosong itu!

Islam dan Indonesia telah membuktikan pluralisme-nya. Mereka menghargai perbedaan antar kelompok, antar kebudayaan dan antar agama. Dan Islam tidak pernah memaksa orang masuk ke dalam Islam. "Untukmu agamamu, untukku agamaku". Dan sejarah telah membuktikan betapa orang-orang yahudi dan nasrani hidup damai dalam pemerintahan Islam.

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqarah:256)

Lalu model pluralisme yang bagaimana yang mereka inginkan? Lihat dinegara-negara yang sering mereka (kaum pluralis) contohkan (dan mereka banggakan). Dimana entitas muslim minoritas yang tidak terganggu kebebasan nya? Tolong sebutkan! Bahkan minoritas muslim di negara-negara mayoritas non muslim tidak diperbolehkan untuk menggunakan jilbab, menunjukkan identitas ke-muslimannya, dan diperangi dengan cara yang kejam. Kejadian itu terjadi di Amerika, Prancis, Belanda, Australia, Thailand, India, serta berbagai deretan panjang yang tidak akan ada habisnya. Itukah pluralisme yang mereka maksudkan?

Ditambah lagi penghinaan dan penistaan Nabi Muhammad Salallahu alaihi wasalaam, simbol-simbol Islam, Al-Qur'an dan ajaran Islam dalam bentuk-bentuk kartun, film-film, buku-buku, forum di internet dan bentuk pelecehan lainnya.

Islam, telah mencatat sebagai agama yang mengakui pluralisme. Dan rakyat Indonesia; yang mayoritas Islam, juga telah mengakui pluralisme. Kesimpulannya, ide Pluralisme yang mereka bawa cuma sekedar omong kosong!
David Usman






Related Articles:
Dan Setanpun Bersumpah Atas Nama Allah
10 Bantahan Tentang Jilbab
Silsilah Nabi Muhammad saw
The Role of Colonization on the Political System of the Muslim World
The Basics of the Political System in Islam (part 2 of 2): Islam and Democracy
The Basics of the Political System in Islam (part 1 of 2): Islam a Total Way of Life
The Cohesive Nature of the Family (part 4 of 4): Children and Relatives
The Cohesive Nature of the Family (part 3 of 4): Mutual Rights of the Spouses