This Girl's Ass Shake will Make Your Jaws Drop ; Hottest Fitness Instructor - Eva Andressa ; U-S-A ... U-S-A ... U-S-oooooh ; Awas Uang Koin Palsu, Cocok-kan dulu koin-mu Dengan Gambar ini ; GIF - Dancer Embarassed Of Her Pussy
::| Keyword:       [Advance Search]
 
  Bahasa Indonesia » Nasional  

RSS
.

Putri Herlina, Si Cantik Tanpa Lengan dan Tangan

Thursday, 05.24.2012, 11:20pm (GMT-5)



Putri Herlina adalah seorang gadis cantik berkulit putih, dengan rambut panjang berwarna hitamnya, yang memiliki kekurangan fisik pada kedua tangannya. Sedari kecil, Putri Herlina ‘dibuang’ oleh orang tua kandungnya.

Beruntung, seorang relawan Yayasan Sayap Ibu bernama Susiani Sunaryo merasa tergerak hatinya saat melihat Putri sebatang kara. Di saat Susiani baru berusia 25 tahun, ia memutuskan untuk merawat Putri yang saat itu masih ‘merah’.

Masa kecil Putri Herlina



Putri kecil merupakan anak yang selalu ingin tahu, aktif dan tak suka diistimewakan. Demi menyekolahkan Putri, Susiani bersama suaminya berkeliling hingga sebelas TK yang semuanya menolak menerima Putri sebagai murid.

Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil setelah TK Aisyiah mau menerima Putri kecil. Karena memang pada dasarnya Putri kecil tak suka diistimewakan, Putri kecil beraktivitas seperti apa yang biasa dilakukan teman-temannya. “Olahraga, pramuka, pokoknya seperti biasa saja,” aku Putri.

Kemudian, Putri yang beranjak remaja melanjutkan sekolah di SMP RC di Solo setelah lulus dari SD Muhammadiyah. Masa SMA ia habiskan di SMA Muhammadiyah 6 di Surakarta.

Meski punya cacat secara fisik, Putri tak minder. Ia bahkan selalu ingin duduk di depan. Agar bisa menulis dengan leluasa, Putri menaruh kursi pada samping mejanya. Ini dikarenakan terlalu tinggi untuk menulis di meja biasa menggunakan kakinya.

Putri juga pernah kesal dan protes pada gurunya saat ada temannya yang menyerobot meja. Ia juga menyatakan selalu membersihkan mejanya dulu sebelum belajar.

Tinggal sendirian di Solo membuat Putri harus hidup mandiri. Jauh dari kedua orang tua asuhnya di Jogja, Putri yang nge-kos dekat sekolahnya itu mencuci baju dan masak sendiri. Di saat itulah Putri pernah mengalami down, galau dan stres hingga menangis di tengah malam. “Biasanya kalau sudah curhat sama Ibu, hilang semua,” kata Putri.

Setelah lulus pada 2009 dengan nilai memuaskan, Putri mengikuti kursus bahasa inggris intensif dan mengikuti pelatihan di Yakkum Bethesda. Yakkum Bethesda saat itu memang sering mengadakan training terutama bagi kaum difabel.



Putri yang sudah beranjak dewasa kemudian memasuki dunia kerja sebagai penerima tamu di kantor pusat Yayasan Sayap Ibu Jogjakarta. Selain itu, Putri juga ikut menangani administrasi. Menulis undangan acara penggalangan dana dan menginput data donatur juga dilakukannya.

Hebatnya, Putri yang bercita-cita menjadi presenter di televisi itu pernah menjadi MC di mal Ambarukmo Plaza Jogja saat sedang ada acara buat anak-anak penyandang cacat. Ia juga masih aktif berkomunikasi dengan temannya. “Minimal SMS-an lah,” ujar Putri.

Dua tahun kemudian, Putri kembali ke rumahnya dan ikut merawat adik-adiknya. Di rumah masa kecilnya, Putri ikut mengganti popok, memandikan, menyuapi dan memberi susu balita yang memang ada di yayasan tersebut.

Ingin punya pasangan yang tahu kekuranganku..

Menurut Putri, pernah ada yang dekat dengannya. Malahan Putri sering diminta untuk mencuci bajunya saat di Solo.

Suatu hari ada seirang donatur yang ingin membuatkan putri tangan palsu. Donatur baik hati itu bahkan menawari Putri untuk keluar negeri guna mencari bahan yang paling nyaman digunakan. Para pegawai yayasan pun ikut mendukung Putri selagi ada kesempatan.

“Suatu saat kamu kan menikah, punya suami,” kata salah seorang pengurus yang berharap Putri menerima tawaran tersebut. Tapi Putri berpendapat lain, dengan halus ia menolak pemberian tangan palsu tersebut. “Lelaki sering memandang wanita dari kelebihannya saja, aku ingin suami yang mencintaiku apa adanya. Toh kita bakal hidup bersama sampai mati,” aku Putri.

Harapan Putri kini adalah melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Ia ingin mempelajari broadcasting agar bisa menjadi presenter sesuai cita-citanya. Gadis yang cuma pernah naik kerata api ke Surabaya ini juga mengaku ingin sekali merasakan naik pesawat terbang.



Kisah hidup Putri memang tak mudah, ia pun menuliskan kisah hidupnya menggunakan laptop dari donatur. Putri Herlina menjadi contoh nyata bahwa meski ia tak memiliki tangan, namun sepasang tangan tersebut berada di hatinya yang tergerak untuk membantu sesamanya.
Adi






Related Articles:
Larangan Rok Mini di Indonesia Bikin Heboh Internasional
Kekerasan Antara Siswi SMU Di Indonesia Serem Juga
Sembilan Siswa SMU Tewas Terpanggang
Gadis Mungil Itu Kembali 7 Tahun Setelah Terseret Tsunami
Buku Penyebab Indonesia Dijajah Belanda 3,5 Abad
Usai Dicekik, Mayat Tabita Diperkosa Cleaning Service
Negara Indonesia Itu Beruntung
Gaya Kelulusan Sekolah Di Indonesia